Sebuah Pertanyaan, Jika Terlalu Membenci Seseorang Maka Apa Bedanya Kamu Dengan Orang Itu

Yuk Di Share!

Seringkali kita membenci seseorang dan melupakan kebaikan yang pernah dia lakukan. Sepertinya rasa benci itu menutupi semua hal bahkan bisa jadi pertemanan yang telah lama terjalin hilang begitu saja. Kebencian dapat muncul karna rasa kecewa atau kesalahan dan kemarahan yang orang lain lakukan kepada kita.

Memang hati yang telah terluka sulit menyembuhkannya namun akan lebih mendamaikan bila kita mampu meredam kebencian dan belajar menerima kenyataan. Hal yang telah berlalu dapat menjadi sebuah pembelajaran bahwa berhati-hati dalam menjaga hati dan kepercayaan agar tidak terluka untuk ke dua kalinya. Hati itu sesuatu yang rapuh, ia mudah berubah dan dikecewakan. Hal itu akan membuat kita lebih bijak dalam menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya masalah berikutnya.

Terlalu membenci akan menyakiti diri kita sendiri

membenci dapat menyakitii dirikita sendiri via hipwee.com

Terlalu benci dan memendam amarah yang dalam akan menyakiti hati kita sendiri. Kita selalu menolak unntuk berdamai dengan luka itu dan ia akan terus datang untuk menggrogoti jiwa kita. Kebencian dapat menjadi bumerang bagi dirikita, dimana akan sulit untuk kita mendapatkan jiwa yang damai dan menyimpan dendam yang tiada habisnya. Apa yang kita kerjakan dan kita lakukan akan selalu teringat tentang hal yang kita benci, karena kebencian beda tipis dengan rasa suka sama-sama selalu diingat dan sulit dilupakan.

Mengambil pembelajaran untuk bersikap lebih bijak

Berdamai dengan kebencian atau rasa kecewa terhadap seseorang akan membuat kita lebih bijak dan dewasa. Kita akan terbiasa menghadapi gejolak perasaan kita sendiri yang sangat sulit untuk dimengerti. Karena terkadang hal yang paling sulit dilakukan adalah berurusan dengan jiwa sendiri. Dengan berusaha berdamai denagn kebencian akan membuat kita mengerti bahwa perlu jiwa besar untuk memaafkan seseorang dan kamu dapat menjadi salah satunya. Menyimpan amarah akan menggerogotimu dan dapat mengubah hidupmu menjadi seseorang yang sangat tidak baik.

Mencoba melihat diri kita sendiri

Mencoba melihat ke dalam diri sendiri meruupakan salah satu cara untuk tidak terlalu membenci seseorang. Apakah kita pernah melakukan kesalahan yang sama sehingga layak diperlakukan seperti itu. Ataukah kita yang kurang bijak dalam menghadapi setiiap permasalahan yang ada dan bagaimana cara kita memperlakukan orang lain. Mencoba melihat diri kita sendiri juga akan membuat kita berhati-hati dalam bertindak. Bisa saja apa yang terjadi karena kelalaian kita sendiri dan sikap kita selama ini yang kurang baiik terhadap orang lain. Karena setiap tindakan aka nada balasannya, maka kita perlu berlaku bijaksana dalam menghadapi tantangan hidup yang kita lalui. Melihat diri kita sendiri akan membuat kita sadar bahwa hal apa yang perlu diperbaiki dalam hidup kita supaya kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mencoba memaafkan akan membuat kita memiliki hati yang kuat dan berjiwa besar. Dimana hati memang rapuh dan sering terluka namun ia juga dapat menjadi sangat kuat dan menginspirasi yang dapat mempengaruhi setiap
tindakan kita.

Mengingat kebaikan yang pernah ia lakukan

Jika kita terlalu membenci seseorang cobalah untuk mengingat kebaikan apa yang pernah ia lakukan. Jangan-jangan kebaikan yang ia berikan selama ini kita lupakan begitu saja hanya karena satu kali kekecewaan. Cobalah untuk mengingat pertemanan atau persahabatan dan jasa apa saja yang pernah ia lakukan kepadamu maka kebencianmu akan sedikit memudar. Persahabatanmu atau pertemannmu pastinya sangat berarti dan terlalu membenci akan menghancurkan segalanya. Hal itu juga akan membuatmu dan dia terluka. Biasanya hal yyang sangat mudah diingat adalah kebaikan diri sendiri dan kesalahan orang lain. Mungkin sesuatu akan menjadi lebih baik bila kita membaliknya. Berusaha untuk melupakan semua kebaikan kita, mengingat kesalahan kita sendiri sebagai pembelajaran, dan mengingat kebaikan orang lain lebih tinggi disbanding kesalahannya.

Cukup tahu saja, dan berhenti mengungkitnya

Jika memang kesalahannya sangat besar, hal yang dapat kita lakukan adalah cukup tau saja. Maksudnya adalah kita berhenti mengingat kesalahan itu, mencoba berlaku biasa saja namun tetap berhati-hati padanya. Buat itu sebagai pembelajaran supaya hatimu lebih kuat dan tidak terjebak untuk ke dua kali. Cukup tahu saja akan membuatmu berlaku biasa saja kepadanya dan tidak terlalu membencinya namun tetap berhati-hati.

Menyerahkan pada Tuhan

Menyerahkan semuanya pada Tuhan, semua tindakan pasti akan mendapat balasannya sendiri-sendiiri. Meskipun kita tidak membalasnya namun pasti ia akan mendapatkan balasan yang setimpal sehingga hatimu akan lebih tenang. Kamu dapat berdoa supaya dia berubah dan memasrahkan semuanya pada Tuhan dengan begitu hatimu akan lebih tenang dan tidak ada tempat untuk menyimpan dendam atau kebencian yang terlalu dalam kepada orang lain yang pernah menyakiti atau membuatmu kecewa.

Yuk Di Share!