Sering Beramal Tapi Juga Suka Melakukan 5 Hal ini? Jadi Sia-sia deh Amalnya

Yuk Di Share!

Terkadang kita tidak sadar dengan beberapa hal yang sering kita lakukan, kita menganggap bhwa bercerita mampu menambah motivasi orang lain untuk melakukan hal baik yang mungkin telah kita lakukan. Namun menceritakan semua kebaikan kita malah dapat mengurangi keikhlasan serta ketulusan kita dalam melakukan amal ibadah. Dengan melakukan hal tersebut dapat memicu perasaan riya serta sombong yang dapat mengurangi pahala amal ibadah kita. Sering kita tidak sadar bahwa sebenarnya apa yang kita lakukan dengan mengumbar amal ibadah kita akan berpengaruh terhadap jiwa yang mementingkan citraan semata. Sehingga apa yang kita lakukan tidak tulus dari hati dan bukan untuk mencari ridho Alloh. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mengurangi ketulusan kita dalam beribadah.

Sering up date status amal ibadah kita di media sosial yang kita miliki

sering pamer amal di facebook

via Tribunnews.com

Ketika kita up date status beberapa hal baik yang telah kita lakukan mungkin tujuan awaal kita adalah untuk menyebar kebaikan serta mengingatkan berbuat baik itu indah lo seperti itu. Namun kita tidak sadar bahwa mengumbar kebaikan kita bahkan kepada orang banyak akan menimbulkan perasaan sombong, riya, ataupun haus akan pencitraan. Misalkan kita berkata bahwa kita habis sedekah dan sedekah itu membuat hati kita terasa nyaman, mungkin ada unsur mengajak melakukan hal baik namun dengan memperlihatkan kebaikan kita malah menjadikan amal ibadah yang kita lakukan kurang membawa berkah maupun mengurangi pahala yang kita dapat kan. Karena amal ibadah yang kita lakukan cukup Alloh yang tahu. Mengumbar ataupun menceritakan amal ibadahh kita juga dapat berdampak kecenderungan ataupun rasa ingin selalu untuk diakui orang lain kita itu baik lo dan sebagainya. Sehingga apa yang kita perbuat tidak tulus dan hanya untuk kepuasan memperoleh pengakuan dari orang lain.

Mengharap balasan

Mengharapkan balasan saat melakukan perbuatan baik juga mengurangi rasa ketulusan kita. Saat kita melakukan perbuatan baik kita mengharap-harap bahwa kebaikan yang kita lakukan akan kembali pada kita lebih banyak. Kita berharap orang itu akan kembali baik kepada kita dan memberikan seperti apa yang telah kita beri kepadanya. Rasa seperti itu pastinya membuat hati kita jauh dari rasa ketulusan.

Hati yang tulus tidak akan mengharapkan kebaikan yang telah kita berikan akan kembali kepada kita. Jika kebaikan itu kembali ya Alhamdulilah jika tidak ya tidak mengapa. Hati yang tulus akan terus berupaya untuk berbuat baik meskipun kebaikan itu entah kembali atau tidak, ia akan terus berbuat baik karena dengan berbuat baik hati nya akan behagia. Melihat orang tersenyum dia juga akan tersenyum sehingga, kebahagiaan orang lain sudah menjadi kado terindah bagi nya.

Pamer kebaikan kepada orang lain

Pamer kebaikan terhadap orang lain juga mengurangi pahala serta ketulusan kita dalam berbuat baik. Misalkan kita ingin memulai kebiasaan baik dan kita berhasil secara tidak sadar kita berkata bahwa hari ini aku mulai belajar mengaji setiap malam, rasanya damai dan tenang sekali. Kata-kata seperti itu termasuk kata yang mengurangi ketulusan kita. Kita secara tidak sadar seperti membutuhkan pengakuan dari orang lain, padahal sebenarnya ibadah adalah segala urusan kita dengan Tuhan. Entah orang ingin berkata apa, entah orang menganggap kita baik ataupun buruk semuanya tidak berpengaruh dalam hidup kita yang sesungguhnya. Karena semua itu urusan kita dengan Tuhan. Entah semua orang menjauhi, entah semua orang memusuhi, dan mungkin semua orang membenci namun yang paling penting Tuhan tetap mencintai kita dan selalu bersama kita. Tuhan pasti akan memberikan petunjuk _Nya. Hati memang sulit di tebak, terkadang orang yang terlihat baik namun sebenarnya hati nya menyimpan banyak keburukan, dan orang yang terlihat buruk namun hati nya menyimpan begitu banyak kebaikan. Memang terkadang tidak mudah karena kebiasaan kita yang seringkali ingin diakui oleh orang lain namun mencoba meminimalakan sikap tersebut akan sangat baik dan berdapak lebih baik ke depannya.

Mengungkit-ungkit kebaikan kita kepada orang lain

Mengungkit-ungkit kebaikan yang telah kita berikan kepada orang lain juga menjauhkan diri kita dari rasa tulus dan ikhlas. Mungkin terkadang kita merasa kesal ataupun gusar terhadap orang lain karena kita selalu ada untuk membantu nya dan ketika kita butuh bantuannya mereka malah pergi menghilang. Banyak sekali pasti nya orang seperti itu di dunia ini. Kekesalan yang kita rasakan dapat memicu kita untuk mengungkit-ungkit kebaikan yang telah kita lakukan kepadanya. Misalkan aku dulu pernah meminjamkan mu uang namun sekarang ketika aku butuh kamu malah pura-pura tidak tahu. Kata seperti itu mungkin sering kita dengar dalam kehidupan sekitar kita. Namun apapun yang terjadi berusaha berbuat baik akan lebih bermanfaat

Selalu mengingat kebaikan yang kita lakukan

Selalu mengingat kebaikan yang pernah kita lakukan. Menginngat-ingat hal tersebut juga dapat mengurangi rasa ketulusan kita lo. Kebaikan yang telah kita berikan kepada orang lain mungkin akan selalu kita ingat dan kebaikan yang telah orang lain berikan akan mudah hilang dalam kepala kita. Sehingga yang ada hanya rasa menyalahkan orang lain wah repot sekali ya jika seperti itu, seperti 1000 kebaikan akan hilang dengan satu kesalahan. Kita seringkali mengingat perlakuan buruk seseorang dan sulit mengingat kebaikannya.

Yuk Di Share!